Permintaan dan Penawaran Uang di Indonesia

 Assalamualaikum wr.wb

Nama : Azka Assalam

N I M  : 201010501279


Uang diciptakan dalam perekonomian bertujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar 

dan perdagangan, atau dengan kata lain uang didefinisikan sebagai benda-benda yang disetujui oleh 

masyarakat sebagai alat perantaraan untuk mengadakan tukar-menukar atau perdagangan, (Nopirin, 

2007:3)

Bank sentral mempengaruhi tingkat suku bunga dengan memilih jumlah mata uang melalui 

operasi pasar terbuka, di pasar uang keseimbangan permintaan dan penawaran uang ditentukan oleh 

titik di mana jumlah uang beredar riil sama dengan permintaan uang riil. Keseimbangan di pasar 

uang tersebut dapat dikatakan sebagai hubungan antara tingkat bunga riil (r) dan output riil (Y), 

disebabkan oleh tiga faktor yaitu bertambanhnya pendapatan, naiknya tingkat suku bunga, dan 

deposito berjangka.

Pasar uang (money market) merupakan pertemuan dalam suatu pasar untuk 

memperoleh demand dan supply dana jangka pendek. Dana jangka pendek adalah dana-dana yang 

dihimpun dari perusahaan maupun perorangan dengan batasan waktu dari satu hari sampai satu 

tahun, yang dapat diperjual-belikan didalam pasar uang.Keseimbangan pasar uang terjadi apabila 

terdapat kesamaan antara penawaran uang dan permintaan uang. Dalam jangka pendek 

keseimbangan pasar barang disesuaikan berdasarkan tingkat bunga. Suku bunga ditentukan oleh 

permintaan dan penawaran uang. Dalam keadaan dimana penawaran uang tetap, perubahan dalam suku bunga akan terjadi hanya apabila permintaan uang mengalami perubahan. Perubahan 

permintaan uang terutama terjadi karena peningkatan pengeluaran agregat. Semakin tinggi 

pengeluaran agregat, maka semakin tinggi permintaan uang dan semakin tinggi pula tingkat suku 

bunga. Penjelasan ini dalam buku The General Theory Keynes disebut teori preferensi likuiditas.

Teori preferensi likuiditas ini merupakan kerangka untuk menggambarkan kurva LM (Mankiw, 

2005: 265-266).

berdasarkan teorinya permintaan uang dibagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Teori Liquidity Preference Keynes

Menurut Teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang, yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan memperoleh keuntungan. Nah, berikut penjelasannya:

a) Motif Transaksi 

Masyarakat memegang uang dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari. Contohnya, kalau kamu ingin membeli pensil di koperasi bayarnya harus dengan uang cash  (transaksi jual beli).

b) Motif Berjaga-jaga 

Squad, arti dari berjaga-jaga disini adalah untuk persiapan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan atau yang tidak terduga. Misalnya, sakit atau mengalami kecelakaan kalau tidak punya tabungan, bagaimana bayarnya hayo?

c) Motif Mendapatkan Keuntungan

Nama lain dari motif ini adalah motivasi spekulasi. Misalnya, kamu membeli emas saat harga emas sedang rendah dan menjualnya kembali saat harga emas tersebut naik. Nah, disinilah maksud dari sepkulan, selisih harga beli dan jual dapat menghasilkan keuntungan.

 2. Teori Kuantitas (Klasik)

Teori klasik ini membahas tentang hubungan antara penawaran dan permintaan, menitikberatkan uang dari sudut pandang kuantitas. Eits, ternyata dalam teori ini muncul dua pandangan dari dua tokoh besar yaitu David Ricardo dan Irving Fisher.

Selanjutnya adalah penawaran uang yang merupakan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jangan sedih, penawaran uang juga ada teorinya, yakni: 

a. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank

Teori ini merupakan gambaran dari sistem standar emas, ketika emas menjadi satu-satunya alat pembayaran. Jumlah uang beredar atau uang yang ditawarkan di masyarakat naik atau turun sesuai dengan tersedianya emas di masyarakat.

b. Teori Penawaran Uang Modern

Dalam sistem standar kertas dengan otoritas moneter yakni Bank Sentral yang memproduksi uang primer. Lembaga keuangan (perbankan) merupakan produsen uang sekunder bagi masyarakat. Keduanya berhubungan sangat erat karena uang sekunder (uang giral) hanya bisa tumbuh karena ada uang primer


METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan analisis persamaan simultan. Di mana dari hasil estimasi 

persamaan MD dan LM dapat menentukan interaksi antara tingkat suku bunga dan pendapatan, 

sehingga kita dapat mengetahui tingkat suku bunga pada saat keseimbangan pasaar uang.

Berdasarkan variabel yang telah disusun dalam penelitian ini, maka model persamaan 

simultan penelitian ini adalah overidentitified, sehingga Variabel-variabel tersebut dispesifikasikan ke dalam 

dua model persamaan sesuai dengan hubungan teoritisnya, yang akan diselesaikan dengan pendekatan 2SLS, 

formulasi model penelitian ini sebagai berikut:

Persamaan I : MD= 0 + 1Y + 2R + e1

Persamaan II : MS = 0 + 1R + 2INF+ 3K + e2

Dimana MD adalah Perminataan Uang; MS adalah Penawaran Uang; Y adalah Tingkat Pendapatan


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Perkembangan Jumlah Uang Beredar

Salah satu indikator dalam sektor keuangan adalah jumlah uang beredar. Jumlah uang beredar

yang dipakai dalam penelitian ini adalah nilai riil jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1). 

Jumlah uang beredar (Ms) diasumsikan senantiasa sama dengan jumlah permintaan uang (Md). 

Dalam penelitian Jumlah uang beredar diasumsikan sebagai variabel eksogen dan nilai jumlah uang 

beredar diambil dari nilai rata-rata riil jumlah uang beredar dalam periode penelitian.

Grafik 1

Perkembangan Jumlah Uang Beredar Tahun 1986-2015

Secara riil setiap tahunnya jumlah uang beredar di Indonesia akan terus meningkat

Sedangkan jika dilihat dari tingkat pertumbuhannya yang berfluktuasi. Keadaan yang seperti ini 

berarti sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi krisis moneter tahun 1998 perkembangan jumlah 

uang beredar mencapai 28%, krisis keuangan 2002 jumlah uang beredar mencapai 23%, krisis global 

2008 mencapai 21,6%. Krisi ini terjadi dari awal 1998 dan sejak itulah Indonesia terus mengalami 

kemerosotan terutama dalam bidang keuangan. tingginya krisis ekonomi ini diindikasikan akan menyebabkan laju inflasi yang sangat tinggi, tabungan akan menurun serta pertumbuhan ekonomi akan terhambat.

Tingkat kemakmuran dan kesejahteraan sosial masyarakat di suatu Negara dapat 

digambarkan secara rigkas dari perkebangan Produk Domestik Bruto (PDB) Negara itu sendiri. 

pertubuhan ekonomi indonesia sangat berfluktuasi dan cendrung meningkat seiring dengan 

perkembangan sektor rill dan semakin berkembangnya PDB sebelum dan sesudah krisi ekonomi 

pada tahun 1998. Pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah pada Tahun 1997-1998 karena mengalami 

masa krisis ekonomi yaknni disebabkan oleh lemahnya perekonomian dunia akibat resesi duania 

sehingga menurunnya perminataan terhadap ekspor Indonesia.

Grafik 2

Perkembangan PDB Tahun 1986-2015

Sumber : Badan Pusat Statistik, Statistika Indonesia 

Setelah tahun 1988, kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah saat itu tampaknya telah 

berhasil meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia yang ditunjukkan dengan angka 

pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun. Krisis yang melanda Asia pada tahun 1997-1998 

telah menyebabkan turunnya kinerja perekonomian sejak pertengahan tahun 1997. Periode 2000-

2003 adalah periode recovery pasca krisis. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2003 mencapai 4,3 

persen, atau lebih tinggi dari yang diperkirakan (3 sampai 4 persen).

Selama periode ini pertumbuhan ekonomi berfluktuasi pada kisaran 3 sampai 4 persen. 

Meskipun usaha recovery telah menunjukkan hasil yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi,

sejumlah persoalan mendasar masih belum teratasi dan faktor ketidakpastian masih terus berlanjut 

yang menjadi kendala bagi proses pemulihan ekonomi indonesia selanjutnya


Perkembangan Tingkat Suku Bunga

Tingkat suku bunga Bank Indonesia (SBI) atau BI-rate adalah suku bunga instrumen Bank 

Indonesia (BI) merupakan suku bunga kebijakan moneter. Suku bunga akan mempengaruhi 

keputusan individu terhadap pilihan membelanjakan uang lebih banyak atau menyimpan uangnya 

dalam bentuk tabungan dan pemerintah menggunakan suku bunga sebagai alat moneter dalam rangka 

mengendalikan permintaan dan penawaran uang yang beredar dalam suatu perekonomian.

Grafik 3

Perkembangan Suku Bunga

Sumber: BPS dan BI (data diolah, 2015)

Tingkat suku bunga dari tahun 1986 - 2015 berfluktuasi, hal ini diduga disebabkan oleh 

perubahan tingkat jumlah uang beredar di masyarakat, selama beberapa tahun terakhir naik dari 

tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2008 sebesar 8,70% yang berarti meningkat dari tahun 

sebelumnya pada tahun 2007 sebesar 8,60%. Kenaikan ini merupakan salah satu kebijakan 

pemerintah guna mengurangi jumlah uang beredar yang akhirnya dapat menurunkan tingkat suku 

bunga pada tahun 2009 sebesar 7,20%. Sedangkan pada tahun 2014 tingkat suku bunga berada pada 

angka 7,50%.


Sekian penjelasan mengenai Permintaan dan Penawaran Uang

Jika ada salah atau kurang kata mohon maaf

Terimakasih, Wassalamualaikum wr.wb


Komentar